Apa Penyebab penyakit flu babi dan Bagaimana Penyakit ini Ditularkan?

Penyakit Flu babi adalah penyakit pernafasan yang disebabkan oleh virus jenis A yang dikenal dengan H1N1. Virus ini sejenis dengan penyebab flu musiman yang sudah biasa menyerang manusia, namun H1N1 mengandung unsur genetika yang juga ditemukan dalam jenis virus khusus yang menyerang manusia, burung, dan babi.

Penyakit ini sempat menjadi penyakit pandemik dan berisiko. Pada dasarnya flu yang diakibatkan virus H1N1 ini  memiliki beberapa gejala yang sama dengan flu biasa. Namun, flu babi dapat berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi serius. Seperti menjadi kejang-kejang, gagal nafas, pneumonia sampai sakit jantung. Status pandemik penyakit ini dapat diatasi pada tahun 2010 menurut WHO.  

Virus dari penyakit flu tersebut dapat terinfeksi dengan gen virus lainnya. Bercampurnya gen virus influenza dengan gen virus baru dapat berdampak menyerang manusia dan menyebar mewabah.

Penyebab dan Penularan Flu Babi

Diketahui penyebab penyakit flu babi adalah virus H1N1. Sama halnya dengan flu biasa, virus menyebar dari manusia ke manusia, virus flu babi mudah menyebar melalui interaksi  dengan penderita, terkena cipratan saat batuk atau bersin dan memegang benda yang terpapar virus ini. Salah kaprah jika menganggap penularan melalui makanan yang mengandung babi. 

Virus flu babi menyerang hidung, tenggorokan dan paru-paru. Orang-orang yang berisiko tinggi tertular virus H1N1 adalah ibu hamil, balita, lansia di atas 65 tahun, orang dengan sistem kekebalan tubuhnya lemah dan mempunyai riwayat penyakit kronis. Serta orang yang sering berinteraksi dengan penderita misalnya tenaga kesehatan.

Gejala Penyakit Flu Babi

Flu babi memiliki masa inkubasi selama 1 sampai 4 hari. Setelah masa inkubasi, gejala flu babi baru muncul. Namun gejala penyakit ini menyerupai gejala flu biasa. Penderita mengalami panas tinggi sekitar 38 C. Panas tubuh itu diiringi dengan batuk, sakit tenggorokan, nyeri di seluruh tubuh dan persendian. Beberapa juga menderita rasa mual dan diare.

Sama dengan penyakit flu bisa, gejalanya bisa lebih parah atau lebih ringan dari gejala umum, tergantung dari masing-masing individu dan pengobatan. Sebagian besar orang hanya menderita gejala yang ringan dan pulih kembali dalam waktu sekitar seminggu.

Pada temuan WHO penyakit flu babi bahkan bisa sembuh dengan sendirinya tanpa obat. Kematian yang terjadi pada penderita H1N1 diakibatkan komplikasi yang berkaitan dengan virus seperti pneumonia atau radang paru-paru. Bentuk komplikasi lain yaitu kejang-kejang, gagal nafas, asma, pneumonia hingga sakit jantung.

Di masa lalu, terjadinya dalam wabah flu, karena kekawatiran virus H1N1 akan bermutasi dan menjadi lebih ganas sehingga memberi ancaman yang lebih besar.  Namun hingga saat ini mutasi belum terjadi.

Guna memastikan diagnosia flu yang dialami adalah akibat virus H1N1 atau flu biasa perlu melakukan pemeriksaan fisik secara langsung perlu dilakukan oleh dokter. Pemeriksaan awal adalah dengan menanyakan keluhan yang diderita oleh penderita, pemeriksaan sampel cairan tubuh penderita. Selanjutnya menunggu hasil pemeriksaan yang  biasanya akan melakukan isolasi. Selanjutnya ikuti panduan dari dokter untuk melakukan penyembuhan.

Pencegahan Penyakit Flu Babi

Dalam segala penyakit, upaya pencegahan lebih baik dibandingkan upaya pengobatan. Pencegahan penyakit flu babi di antaranya:

  • Melakukan vaksin agar tubuh lebih tahan terhadap virus flu babi. 
  • Mencuci tangan secara teratur dengan air dan sabun atau lebih baik cairan mengandung alkohol agar tangan steril dari kuman.
  • Apabila sedang flu dan batuk sebaiknya menggunakan masker atau menutup dengan tisu.
  • Menghindari interaksi dengan penderita.
  • Pengobatan Penyakit Flu Babi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *